Tak Beriktikad Baik, Ikhsan Seno Bawa Kabur Uang Warga Madura

Tak Beriktikad Baik, Ikhsan Seno Bawa Kabur Uang Warga Madura Ikhsan terduga pelaku yang membawa kabur berkas dokumen dan uang puluhan juta

Jakarta, DinamikaBangsa

 

Sedikitnya ada 9 orang warga Madura menjadi korban janji palsu yang dilakukan Ikhsan Seno Prabu. Warga Kelurahan Jati Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur ini diduga telah memperdaya korbannya dengan dalih bisa memberikan pekerjaan ke kapal pesiar. Namun, hingga waktu yang dijanjikan Ikhsan tak kunjung memenuhi janjinya. Bahkan, korban merasa ditipu mentah-mentah. Uang puluhan juta rupiah pun raib digondol Ikhsan.

 

"Sudah 2 minggu, kami ditelantarkan oleh Ikhsan di Jakarta. Padahal, janjinya kami diberangkatkan tanggal 20 November, 2 Desember. Setelah dikonfirmasi, katanya dimundurkan tanggal 25 Desember. Namun, hingga saat ini tak ada kejelasan. Bahkan, yang bersangkutan tak mau mengangkat telpon dan tak mau menemui kami," terang Lukman, saat diwawancarai Dinamikabangsa.com melalui saluran selulernya, Selasa (8/1/2019).

 

Terduga pelaku saat ini tak bisa ditemui. Bahkan, cenderung menghindar dengan tak menggubris panggilan selulernya. Selain itu, istrinya yang bekerja di salah satu Rumah Sakit Jakarta tak bisa dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan yang dilakukan suaminya. Bahkan, tempat tinggal terduga pelaku yang berada di Tytyan Kencana Bekasi sudah tak ditempati.

 

"Sebenarnya, kami menunggu iktikad baik dari Ikhsan Seno ini. Uang kami dibawa kabur oleh Ikhsan. Sementara, berkas dokumen sudah dikembalikan melalui jasa kurir. Itupun setelah kami mendesak melalui berbagai cara yang sangat menjengkelkan," ungkapnya.

 

Menurutnya, berbagai upaya secara kekeluargaan telah dilakukan untuk mendapatkan kembali uang administrasi yang telah dibayar. Namun, tidak ada iktikad baik dari Ikhsan. Bahkan, pihaknya telah mendatangi ketua RT tempat pelaku tinggal untuk menyelesaikan persoalan ini. Tapi masih belum ada solusi pasti.

 

"Kita sudah berupaya untuk pergi ke orang tua Ikhsan di Rawamangun. Di sana, kita ditemui ibu dan kakaknya. Namun, mereka rupanya angkat tangan dan menyarankan untuk lapor polisi. Bahkan, saudarinya tak mau ikut campur urusan Ikhsan," jelasnya.

 

Pihaknya mengatakan kalau persoalan ini memang sudah mengarah pada kasus penipuan. Namun, pihaknya masih berupaya secara kekeluargaan untuk menyelesaikannya. Pihaknya telah memberi kesempatan kepada Ikhsan untuk mengembalikan uang yang dibawa kabur. Namun, jika cara-cara yang santun sudah dilakukan dan hasilnya tetap tak sesuai harapan. Tentunya, langkah hukum akan tetap dilakukan dengan laporan kepolisian.

 

"Kami sadar kalau sudah ditipu. Dengan gaya parlentenya dan seolah-olah dekat dengan tokoh penting di Rumah Pergerakan Gus Dur, dia memperdaya kami. Untungnya berkas dokumen surat-surat penting dari Kementrian Perhubungan dan lainnya telah dikembalikan," ceritanya.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Kholilur yang juga menjadi korban janji palsu dari Ikhsan. Pihaknya kecewa atas upaya kekeluargaan yang tak kunjung mendapat tanggapan. Sebelum mendapatkan haknya, pihaknya akan terus mencari keberadaan Ikhsan.

 

"Saya memperoleh informasi tentang si Ikhsan ini. Dulunya dia aktif dalam banyak kegiatan keagamaan yang menyangkut Gus Dur. Ke depan, harapannya tidak banyak korban dari kelakuan Ikhsan yang suka bersembunyi pada kegiatan agama," ujarnya.

 

Sementara Ikhsan Seno saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya mengaku sibuk karena tengah berada di Bogor. Dia berjanji akan menelpon kembali setelah kegiatannya selesai. Namun, hingga berita ini ditulis tak ada respon dari Ikhsan Seno. "Nanti saya telpon balik. Saat ini masih sibuk," ucapnya. (rid/red)