Sseeettt,,, Sejumlah Sungai Dan Selokan di Kota Probolinggo Terlihat Kumuh Penuh Sampah Warga

Sseeettt,,, Sejumlah Sungai Dan Selokan di Kota Probolinggo Terlihat Kumuh Penuh Sampah Warga

Probolinggo, Dinamikabangsa.com - Menjelang penilaian piala adipura Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo getol melakukan sosialisasi kebersihan lingkungan kepada kepada masyarakat. Namun sosialisasi yang dilakukan rupanya belum mendapat respon maksimal dari warga masyarakat itu sendiri.

Pasalnya masih banyak warga yang belum sadar menciptakan kebersihan dilingkungannya sendiri, sebagai bukti masih ada warga yang membuang sampah seenaknya, ada yang membuang sampah di sungai dan selokan. Seperti yang terlihat di Sungai yang ada di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Sungai itu terlihat kumuh dan kotor dengan segala macam sampah rumah tangga yang berserakan di dasar sungai, sehingga tidak sedap dipandang. 

Menurut salah satu warga sekitar, disamping kumuh dan kotor, disaat musim penghujan selalu terjadi banjir. "Namun anehnya, walaupun kondisi seperti ini Kota Probolinggo bisa berhasil menerima piala adipura", ujar Yakup (60), warga jalan Brantas kepada media ini, Jumat (27/10).

Masih rendahnya faktor kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo, berencana akan melakukan operasi tangkap tangan atau OTT sampah. Langkah tersebut dinilai sangat efektif untuk menertibkan kebiasaan hidup masyarakat, yang masih belum sadar terhadap kebersihan lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo, Tutang Heru Wibowo menjelaskan, dalam teknis penerapan sistem OTT sampah, pertama petugas terlebih dahulu akan melakukan pembenahan sarana dan prasarana, penunjang kebersihan lingkungan.

“Jadi OTT sampah ini segera akan kita kaji bentuknya seperti apa. Namun yang pasti tidak langsung kita terapkan di seluruh Kota Probolinggo. Mungkin untuk awal, akan diterapkan di spot – spot sentral terlebih dahulu. Misal disekitar alun alun Kota Probolinggo,” jelas Tutang, saat sosialisasi dan pembinaan penilaian Adipura Tahap I (P1) di Hotel Bromo View yang di ikuti oleh semua stakholder baik itu Badan, Dinas, Kantor, Instansi terkait, Perusahaan, PKL, warga masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya di Kota Probolinggo, Kamis (26/10) lalu.

Sementara itu, Sekda kota Probolinggo, dokter Bambang Agus, yang juga hadir dalam sosialisasi tersebut menyampaikan, peran masyarakat sangat penting dalam mewujudkan kota Probolinggo yang bersih dan asri. Pasalnya, dalam penghargaan Adipura yang telah diraih oleh sebuah kota, dapat dianulir atau dibatalkan, jika terdapat elemen masyarakat yang melaporkan temuan pelanggaran pengelolaan sampah tidak sesuai prosedur.

"Seperti, ditemukannya sampah dibuang ke aliran sungai atau bukan dibuang di T-P-S dan T-P-A yang sudah disediakan oleh pemerintah", tuturnya. (siwi).