Rilis Kasus 3C dan Penadahan, Kapolres Bangkalan Ungkap Otak Pelaku 77 Sepeda Motor Bodong Rabu Pagi di Mapolres

Rilis Kasus 3C dan Penadahan, Kapolres Bangkalan Ungkap Otak Pelaku 77 Sepeda Motor Bodong Rabu Pagi di Mapolres Rilis Kasus 3C dan Penadahan, Kapolres Bangkalan Ungkap Otak Pelaku 77 Sepeda Motor Bodong

Dinamikabangsa.com - Polres Bangkalan, Satreskrim Polres Bangkalan kembali merilis kasus 3C yakni Curas, Curat dan Curanmor dalam waktu sepekan terakhir. Termasuk, penangkapan 77 sepeda motor bodong yang diduga merupakan hasil penadahan dari berbagai tersangka. 

Seperti yang terlihat pada pagi hari ini Rabu (12/02/2020) pukul 08.30 WIB, di parkir belakang tepatnya di depan halaman SATPAS SIM Mako, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. didampingi Wakapolres Kompol Deky Hermansyah, S.H., M.H., Kasatreskrim AKP Agus Sobarnapraja, S.H., S.I.K. dan Kasubbag Humas AKP Mohamad Bahrudi, S.H. menggelar Konferensi pers ungkap kasus. 

Nampak ada 6 tersangka yang diamankan dari 10 kasus yang berhasil diungkap. Salah satu yang sangat menyita perhatian publik belakangan terakhir adalah Otak Pelaku 77 Sepeda Motor Bodong yang sempat meresahkan masyarakat di kabupaten Bangkalan.

MS (37 tahun) yang beralamat di Tanjung Bumi berhasil diciduk Satreskrim Polres Bangkalan karena berdasarkan pengakuan tersangka yang telah diamankan sebelumnya merupakan otak alias dalang utama pelaku penadahan yang telah memakan banyak korban. 

Pada hari ini pula, Kapolres Bangkalan bahkan secara simbolis menyerahkan sepeda motor hasil penadahan kepada 3 korban yakni bernama Triana Wahyuningsih (40 tahun) yang merupakan PNS di lingkup Kabupaten Bangkalan beralamat di Kampung Penyageran, Bancaran. Korban kedua yakni Maulana Adimas Kumambang (22 tahun) warga desa Tengket, kecamatan Arosbaya. Sedangkan yang terakhir yakni Nofi Yulianto (46 tahun) beralamat di Sawahan, Surabaya. 

"Untuk pelaku yang telah berhasil kami amankan sejumlah 6 orang, masing masing memiliki ancaman pidana yang berbeda. Rinciannya untuk pelaku Curat kami kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan 9 tahun penjara. Untuk kasus penadahan yakni pasal 480 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. Sedangkan untuk kasus Curas dikenai pasal 365 KUHP berkisar 9-12 tahun penjara. Dan yang terakhir untuk kasus pencurian biasa pasalnya yakni 362 KUHP dengan hukuman 5 tahun penjara,"jelas AKBP Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. kepada awak media pagi hari ini. (Duwi)