Ratusan Massa Bangkit Demo Panwaskab

Ratusan Massa Bangkit Demo Panwaskab

Bangkalan, Dinamikabangsa.com

Tim berani bangkit yang mendukung Farid Alfauzi - Sudarmawan sebagai calon Bupati dan Wakil Bangkalan melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Panwaskab Bangkalan. Mereka tidak puas terhadap hasil real count KPUD yang memenangkan pasangan nomor urut 3 R Abdul Latif Amin - Drs Mohni. Walaupun rekapitulasi ditingkat Kabupaten Bangkalan masih akan dilakukan pada tanggal 4 juli mendatang oleh KPUD Bangkalan.

Ratusan massa dari pendukung pasangan nomor urut 1 Farid Alfauzi - Sudarmawan melakukan ujuk rasa di depan kantor Panwaskab Bangkalan. Mereka menuntut Panwas Bangkalan untuk merekomendasikan pemungutan suara ulang, pada KPUD Bangkalan. Para pengunjukrasa menilai, bahwa pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan yang digelar pada tanggal 27 Juni kemarin dianggap tidak demokratis.

Dalam aksi tersebut berdasarkan press release yang dibuat, ada beberapa hal yang mereka tuntut. Pertama, mereka menolak hasil Pilkada Bangkalan 2018 yang di penuhi kejahatan dan kecurangan.

Kedua, mereka menuntut Pemungutan Suara Ulang (PSU) seluruh TPS se-Kabupaten Bangkalan dengan cara jujur dan adil. Ketiga, mereka menuntut penyelenggara Pemilu bersikap netral. Keempat, mereka menuntut para pelaku kecurangan untuk diusut dan dihukum seberat-beratnya.

“Pilkada Bangkalan yang baru saja berlalu tidak mencerminkan praktek demokrasi yang sehat. Karena tidak dilaksanakan secara jujur dan adil,” ucap orator aksi Hafid.

Sementara itu, ketua Panwaskab Bangkalan, Ahmad Mustain Saleh mengatakan, saat Panwaskab Bangkalan sedang melakukan pendalaman dan pengkajian mendalam, terhadap laporan tim berani bangkit yang masuk pada Panwas Bangkalan, dimana panwas diberi waktu selama tiga hari untuk mentuntaskan permasalahan ini.

Mustain berjanji dihadapan para pendemo, akan memberikan keputusan terbaik, yang sesuai dengan aturan dan undang undang yang berlaku.

"Yakinlah bahwa saat ini Panwas Bangkalan, sedang memeriksa saksi saksi, untuk menghasilkan keputusan, yang sesuai dengan peraturan yang ada," jelasnya. (wan/rd)