Puluhan Ijin Hajatan Dibatalkan, Ijab Kobul Dengan Prokes Ketat Jalan Terus

Puluhan Ijin Hajatan Dibatalkan, Ijab Kobul Dengan Prokes Ketat Jalan Terus satgas Covid-19 kecamatan kauman saat mendatangi acara hajatan

tulungagung-Satgas Covid-19 Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung terus melakukan pemantauan terhadap giat hajatan yang dilakukan warganya di masa pandemi Covid-19 ini.

 

Kendati puluhan ijin tidak diterbitkan, namun Satgas tetap memberikan kelonggaran kepada warganya untuk bisa melaksanakan ijab kabul dengan penerapan Protokol Kesehatan yang ketat.

 

Camat Kauman Tulungagung, Wahyid Masrur mengakui, kendati sudah disampaikan tentang larangan menggelar hajatan, namun masih ada saja kepala desa yang tetap memberikan izin kepada warganya saat mengusulkan permohonan.

 

Tetapi sesampainya di tingkat kecamatan izin tersebut tidak diberikan, pihaknya juga memberikan pemahaman kepada pemohon izin mengenai kondisi pandemi yang sedang terjadi.

 

“Ya mungkin kades mau menolong warganya dengan memberikan tanda tangan, nah sesampainya di kecamatan langsung kita tolak, ada beberapa mas mungkin puluhan yang kita tolak,”Ujarnya pada Kamis (07/01) kemarin.

 

Wahyid menegaskan, izin yang tidak diberikan adalah izin menggelar hajatan yang mengumpulkan banyak masyarakat, namun untuk pelaksanaan ijab kabulnya tetap diperbolehkan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

 

“Ijab Kabulnya silahkan, tentu dengan protokol kesehatan yang ketat,” jelasnya.

 

Bersama dengan Polri dan pihak TNI, pihaknya terus melakukan pemantauan, hasilnya memang ada beberapa kegiatan ijab kabul warganya yang terpaksa harus didatangi dan kembali diberikan pengarahan pentingnya penerapan Protokol Keseahatan.

 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kapolsek Kalangbret, AKP Puji Hartanto.

 

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Puji Hartanto mengatakan pada awal bulan Januari ini pihaknya telah mendatangi dan memberikan pemahaman kepada warganya yang menggelar ijab kabul pernikahan di masa pandemi.

 

“Banyak yang membatalkan hajatannya, tapi kemarin ada dua yang tetap menggelar ijab kabulnya mas, karena alasan mereka sudah nemu harinya itu dan tidak bisa diundur, kita juga mendatangi untuk memberikan pemahaman dan masyarakat cukup kooperatif,” jelasnya.

 

Secara umum protokol kesehatan telah ditetapkan dengan ketat, jumlah tamu yang datang dalam kegiatan tersebut tak lebih dari 20 orang, namun lokasi yang sempit membuat pihaknya harus turun tangan dan memberikan pengarahan agar tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

 

“Kita datangi karna tempatnya itu sempit, dan jumlah tamunya yang melebihi kapasitas walaupun sebenarnya tidak banyak,” pungkasnya.