Pemuda Bringen Kenalkan Budaya Yang Hampir Dilupakan

Pemuda Bringen Kenalkan Budaya Yang Hampir Dilupakan

Bangkalan, DinamikaBangsa.com - Banyak ragam kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia, bukan hanya Upacara kemerdekaan saja, tapi yang dilakukan oleh pemuda Desa Bringin Kecamatan Labang Pada HUT RI ke 72 kali ini memperkenalkan budaya manten "Sapi Tok Tok".

 

"Di hari kemerdekaan kali ini dalam kegiatan Karnaval yang diadakan Kecamatan Labang. Kami ingin menghidupkan kembali dan memperkenalkan kepada masyarakat secara umum tentang budaya manten Sapi Tok Tok". Ujar Ahnad Solihin ketua karang taruna Desa Bringen, Sabtu (19/8/3017).

 

Manten Sapi Tok Tok tersebut merupakan budaya orang Madura yang di gelar saat ada pernikahan, untuk mengiringi mempelai Putra ke rumah mempelai Wanita, budaya manten Sapi Tok Tok ini menggunakan dua ekor Sapi jantan yang dihiasi, dan ditunggangi oleh seorang joki yang atandeng (menari) sambil diiringi musik khas Sapi Tok Tok.

 

Badrus yang merupakan Panjhek (penari) memberi harapan kepada seluruh masyarakat untuk tetap melestarikan budaya manten Sapi Tok Tok. "Mengenang jasa pahlawan bukan sekedar merenung tapi meneruskan perjuangannya, salah satu caranya adalah melestarikan budaya dan tradisi, kami harap manten sapi tok tok ini akan terus ada, bukan dilupakan" tegasnya.

 

Manten Sapi Tok Tok ini, tambah Badrus, sudah jarang digelar oleh masyarakat, dan bahkan generasi mudanya pun juga jarang yang mengenalnya. "Oleh karena itu kami ingin mengenalkan kembali budaya yang hampir dilupakan, bukan hanya kerapan Sapi, dan Sapi sonok, tapi manten Sapi Tok Tok juga merupakan tradisi dan budaya masyarakat Madura" imbuhnya di sela-sela acara Karnaval.

 

Di samping itu, H. Moh Ali kepala desa Bringin mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh para pemuda yang memperkenalkan kembali manten Sapi Tok Tok. "Saya sangat bangga dan mendukung keinginan pemuda desa Bringin untuk mengangkat tradisi Madura yang belum dikenal oleh masyarakat luas" ujarnya.     (kika/nur)