Palenggien Cafe Rilis Menu Baru di Awal Bulan Ini

Palenggien Cafe Rilis Menu Baru di Awal Bulan Ini

DinamikaBangsa.com, Bangkalan Inovasi demi inovasi terus dilakukan oleh salah satu cafe yang hits dan terletak di pusat kota Bangkalan tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Palenggien Cafe, sebuah tempat tongkrongan yang digandrungi anak muda ini kembali merilis menu baru. Hal ini terlihat dari menu baru yang mulai diperkenalkan pada publik, hari ini Senin (08/10/18). 

 

Cafe yang beralamat di Jl. Kapten Syafiri, Bangkalan ini resmi memperkenalkan pada publik menu baru bernama 'Kentang Atokar'. Menu ini merupakan hasil dari kombinasi kentang, sosis, dan nugget goreng yang dipadukan dengan saos dan mayonais. "Menu baru ini merupakan inovasi untuk penyegaran juga. Jadi, ada beberapa menu yang menurut kita kurang memiliki peminat, kita ganti dengan menu baru,"ucap sang pemilik cafe Iffatur ketika ditemui oleh awak media yang meliput malam hari ini. 

 

Seperti diketahui, cafe ini memang mengusung tema Madura dengan tujuan untuk semakin melestarikan budaya dan juga bahasa Madura agar tidak hilang tergerus jaman. "Kami menamai 'Kentang Atokar' ini karena ingin terus merawat dan menjaga bahasa Madura agar tidak semakin hilang karena perubahan zaman yang bisa saja mengubah identitas kita,"tambah gadis berzodiak libra ini. 

 

Lebih lanjut, menurut gadis pecinta kucing ini pembaharuan menu akan terus dilakukan dalam waktu dekat. "Inovasi itu perlu dilakukan, agar para pengunjung tidak merasa bosan dan tetap nyaman,"imbuh gadis kelahiran Bangkalan tersebut seraya melontarkan senyum. 

 

Para pengunjung pun merasa sangat antusias menyambut menu baru di Palenggien Cafe. "Asyik ya, nama menunya unik. Khas Madura banget,"tutur pengunjung bernama Riska yang dimintai keterangan oleh dinamikabangsa.com. 

 

Layak untuk ditunggu bagaimanakah reaksi pengunjung cafe kedepan dengan menu baru yang ditawarkan oleh Cafe yang mengusung tema budaya Madura ini kedepan. Dan tentu, inovasi ini menunjukkan jiwa kreativitas dari sang pemilik cafe agar bisa tetap bertahan ditengah menjamurnya berbagai macam cafe yang ada di kota Bangkalan. (Duwi/Hasan)