Pakde Karwo Usulkan Ada Creative Financing Atasi Manajemen BPJS

Pakde Karwo Usulkan Ada Creative Financing  Atasi Manajemen BPJS Gubernur Jatim saat menghadiri Wayangan dalam rangka HUT RSUD dr. Soetomo ke 80

Surabaya, DinamikaBangsa

Sebagian besar rumah sakit di Jatim memiliki masalah yang sama dalam menghadapi manajemen BPJS, yaitu tidak tepat waktunya pembayaran tagihan kepada BPJS. Permasalahan yang dihadapi rumah sakit harus ada solusi agar terus berjalan yaitu melalui konsep creative financing. @ Demikian disampaikan Gubernur Jatim pada saat Tasyakuran dan Wayangan dalam rangka memperingati HUT RSUD Dr. Soetomo ke 80 di halaman RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Sabtu (22/12) malam.

 

Dijelaskan, permasalahan manajemen BPJS menjadi gempa yang sangat berat bagi seluruh rumah sakit. Saat ini, tagihan RSUD Dr. Soetomo kepada BPJS sudah mencapai Rp. 300 miliar, dengan saldo Rp. 800 miliar. "Sehingga masih ada surplus Rp. 400 miliar lebih," ujarnya.

 

Apabila tidak segera diatasi, persoalan tersebut bisa mengancam kelangsungan pelayanan. Melalui creative financing, akan dibuat disiplin baru dalam merubah konsep pelayanan rumah sakit BPJS. Nantinya ada dua pelayanan yaitu BPJS dan non BPJS. "Hal ini harus dilakukan di rumah sakit besar dari konsep yang dibiayai BPJS. Jadi, pembiayaannya dilakukan dengan cara yang kreatif," jelas Pakde Karwo.

 

Gubernur Jatim menambahkan, konsep seperti ini, sudah berhasil diterapkan oleh Pemprov Jatim terhadap semua SMK yang memiliki kualitas yang baik, tidak perlu dibiayai oleh negara. SMK dibiayai melalui sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Model seperti ini dinyatakan berhasil dan menjadi model nasional dalam rangka menyiasati krisis yang terjadi seperti ini. Selain creative financing yaitu mengadakan yang belum ada, juga harus ada financial engineering yaitu sistem yang sudah ada di tata kembali, lanjutnya.(hms/tra).