Keberadaan Go-Jek Di Kota Probolinggo Disoal

Keberadaan Go-Jek Di Kota Probolinggo Disoal Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal

"Tidak boleh beroprasi selama belum memiliki ijin oprasional resmi"

Probolinggo, DinamikaBangsa.com -Keberadaan Ojek Online (Go-Jek) di Kota Probolinggo menimbulkan masalah baru. Pasalnya mobil angkot dengan keberadaan Go-Jek merasa dirugikan. Sehingga sopir angkot di Kota Probolinggo yang tergabung di dalam Asosiasi Sopir Angkot (ASAP) meminta kepada Pemkot Probolinggo untuk melarang Go-Jek beroprasi (mencari penumpang).

 

Apalagi keberadaan Go-Jek di Kota Probolinggo ini belum memiliki ijin operasi. Adanya tuntutan dari ASAP tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Polresta Probolinggo, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Sat Poll Kota Probolinggo menggelar razia Go-Jek ditempat tempat yang biasa dipakai mangkal Go-Jek menunggu penumpang, Selasa (24/10/2017) siang.

 

Tim gabungan tersebut dibagi menjadi 3 tim. Pertama menyisir warung kopi di areal GOR Ahmad Yani, jalan dokter Sutomo, di areal musium Probolinggo jalan Suroyo, dan jalan dokter Saleh. Mungkin karena razia bocor, dari beberapa tempat tersebut petugas hanya berhasil mengamankan 2 orang driver Go-Jek yang mangkal.

 

Mereka oleh petugas selanjutnya dibawa ke Mapolresta diberi penjelasan dan pengarahan. Setelah mengamankan 2 orang driver Go-Jek, tim gabungan langsung mendatangi Kantor Go-Jek di Ruko jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo, untuk bertemu langsung dengan pengurus Go-Jek.

 

Sayangnya saat pertemuan berlangsung wartawan tidak boleh masuk untuk meliput. Namun, dalam pertemuan tersebut, infonya pihak Polresta Probolinggo, Dishub dan Sat Pol PP menyarankan pihak Go-Jek untuk segera mengurus ijin oprasionalnya, sesuai Permen Perhubungan (Permenhub) Nomer : 26 Tahun 2017. Pihak Go'Jek diberi waktu 1 minggu untuk mengurus ijin oprasional tersebut. Dan sebelum ijin turun, Go-Jek dilarang beroprasi melayani panggilan penumpang.

 

Terkait hal tersebut, Kapolresta Probolinggo AKBP. Alfian Nurrizal saat dikonfirmasi media ini mengatakan, sementara ini pihaknya masih memberi teguran. Jika teguran lisan tentang pengurusan ijin tidak dipenuhi, maka pihaknya akan melakukan teguran secara tertulis. Dan bila teguran tertulis masih tidak dihiraukan, pihaknya bersama Dishub, dan Sat Pol PP akan menyegel kantor Go-Jek. "Bila teguran tertulis masih tidak dihiraukan, kantor Go-Jek ya terpaksa kami segel,"tegas Alfian. (siwi)