Jelang Lebaran Susana Politik Di Kota Probolinggo Semakin Memanas 

Jelang Lebaran Susana Politik Di Kota Probolinggo Semakin Memanas  Wawan E Kuswandoro, (tengah) Pembina Sekolah Politik Wacana Kita dan Dosen FISIF Universitas Brawijaya Malang. (siwi).

"Data Sourvey Sekolah Politik Wacana Kita, popularitas dan elektabilitas paslon Walikota Probolingo Habib Hadi Zainal.Abidin - HM. Soufis Subri menggungguli tiga paslon lainnya"

Probolinggo, dinamikabangsa.com

Figur calon dan paslon walikota Probolinggo nomor urut 4 (empat) yakni Habib Hadi Zainal Abidin - HM. Soufis Subri, menurut hasil survey yang dilakukan oleh Sekolah Politik Wacana Kita pada bulam Mei-2018 lalu menunjukkan tingkat elektabilitas dan tingkat popularitasnya paling tinggi diantara paslon lainnya.

Hal tersebut diungkap Wawan E. Kuswandoro Dosen FISIP Universitas Brawijaya Malang, selaku Pembina Sekolah Politik “Wacana Kita” saat lounching Sekolah Politik Wacana Kita Kota Probolinggo di Orien Resto jalan Panjaitan Kota setempat, Sabtu (9/6/2018) malam.

Wawan menyampaikan, menurut data survey “Perilaku Pemilih Pada Pilkada Kota Probolinggo 2018” yang dilakukan Sekolah Politik “Wacana Kita”, dengan margin error 4% dan jumlah responden 600 orang di 5 kecamatan dan 29 kelurahan, pada periode Mei 2018, diperoleh data, figur calon walikota yang paling diingat atau tertanam di benak masyarakat, diketahui dari spontanitas jawaban responden ketika ditanya siapakah calon walikota anda, maka jawaban yang disebut pertama kali menandakan tertanamnya figur calon tersebut di benak masyarakat (public image planting).

Kondisi ini disebut top of mind awareness (kesiagaan pikiran tertinggi). "Pada pengukuran top of mind awareness ini, tertinggi sebesar 48,3% diraih oleh Habib Hadi Zainal Abidin, disusul Fernanda Zulkarnain sebesar 27,7%, Suwito 13,9% dan Syamsu Alam 8,9%. Top of mind awareness ini sifatnya personal," jelasnya.

Dalam paparannya Wawan E Kuswandoro menyebutkan, pengukuran top of mind awareness diikuti pula dengan pengukuran popularitas dan elektabilitas, yang diukur secara spontan atau tanpa menunjukkan nama dan dengan menunjukkan nama. Popularitas spontan atau tingkat dikenalnya calon walikota oleh masyarakat yang diukur secara spontan yakni tanpa memberi petunjuk nama-nama calon, Habib Hadi Zainal Abidin menempati urutan teratas yakni pada angka 76,7%, disusul Fernanda Zulkarnain 68,8%, Syamsu Alam 48,7% dan Suwito 40%". 

 Pada pengukuran elektabilitas spontan, yakni yang menggambarkan tingkat pilihan (voted) terhadap nama calon walikota secara spontan atau tanpa memberi petunjuk nama-nama calon, urutan tertinggi adalah Habib Hadi Zainal Abidin 33,5%, kemudian Fernanda Zulkarnain  22,5%,  disusul Syamsu Alam 5,7% dan terakhir Suwito 1,8%. 

Pada pengukuran popularitas pasangan calon, yakni tingkat pengenalan masyarakat terhadap calon, yang dilakukan dengan memberi petunjuk nama-nama pasangan calon, urutan tertinggi adalah pasangan Habib Hadi Zainal Abidin –  Moch. Soufis Subri sebesar 83,7%, disusul Fernanda Zulkarnain – Zulfikar Imawan sebesar 78%, kemudian Syamsu Alam – Kulup Widyono sebesar 58,5% dan terakhir Suwito – Ferry Rahyuwono sebesar 48%. 

Sedangkan pengukuran untuk elektabilitas pasangan calon, yakni yang menggambarkan tingkat pilihan (voted) dengan memberikan petunjuk nama-nama calon, diperoleh angka 40,8% untuk paslon Habib Hadi Zainal Abidin – Moch. Soufis Subri, kemudian 23,9% untuk Fernanda Zulkarnain – Zulfikar Imawan, 5% untuk Syamsu Alam – Kulup Widyono dan 1,2% untuk Suwito – Ferry Rahyuwono.

IIustrasi Peta Persepsi Pemilihan Terhadap Calon/Paslon Kategori Persepsi Pilihan Suwito – Ferry  Rahyuwono, Fernanda Zulkarnain – Zulfikar Imawan, Syamsu Alam – Kulup Widyono, Habib Hadi ZA – Soufis Subri.

Top of Mind Awareness 13,9% (Suwito), 27,7% (Fernanda) 8,9% (Syamsu), 48,3% (Habib ZA).

Popularitas Spontan 40% (Suwito), 68,8% (Fernanda), 48.7% (Syamsu Alam), 76,7% (Habib ZA).

Elektabilitas Spontan 1,8% (Suwito), 22,5% (Fernanda), 5,7% (Syamsu), 33,5 (Habib ZA).

Popularitas Paslon : Wito - Ferry 48%, Fernanda - Zulfikar Imawan 78%, Syamsu Alam - Kulup 58,5%, Habib ZA - Soufis Subri 83,7%.

Elektabilitas Paslon : Wito - Ferry 1,2%, Fernanda - Zulfikar Imawan 23,9%, Syamsu Alam - Kulup 5,0% , Habib ZA - Soufis Subri 40,8%.

Sumber Data: Sekolah Politik “Wacana Kita”, “Survey Perilaku Pemilih Pada Pilkada Kota Probolinggo 2018”, Probolinggo, Mei 2018.

Menurut Wawan E Kuswandoro, masyarakat Kota Probolinggo menunjukkan gambaran perilaku memilih yang cukup partisipatif, mereka mengaku telah mengetahui para calon walikota, dengan angka 83,8%, artinya masyarakat telah cukup mengenal calon. Sisanya, 10,3% menjawab tidak mengenal dan 5,9% tidak menjawab. 

Angka-angka tersebut juga menunjukkan bahwa secara umum masyarakat Kota Probolinggo telah mengenal para calon pemimpinnya dengan cukup baik. Namun terdapat beberapa variasi dalam  persepsi pemilih yang mengindikasikan kedekatan persepsi yang dibangun para calon. Tinggal bagaimana mereka mampu merawat kedekatan persepsi tersebut hingga terbawa ke bilik TPS pada 27 Juni mendatang.

Dia mengatakan, perubahan persepsi terhadap calon senantiasa terjadi setiap waktu. Perubahan ini dipengaruhi oleh kehadiran berbagai wacana yang menghampiri benak warga masyarakat yang berpadu dengan pengetahuan yang dimiliki masyarakat.

"Pemilih kota Probolinggo juga menunjukkan bahwa mayoritas mereka adalah pemilih yang otonom atau bebas atau dengan kata lain, mengikuti pilihan sendiri, yaitu sebesar 75,5%. Sedangkan yang berdasarkan arahan atau pengaruh pemimpin atau pemuka agama berkisar 12%. Sisanya, dari teman atau keluarga sebesar 9,1%, pengaruh tokoh parpol sebesar 1,7%, pengaruh media massa sebesar 1,2% dan pengaruh ormas sebesar 0,5%," paparnya. (siwi).