Jalan Tol Paspro Sesuai Target Baru Bisa Difungsikan Desember 2018 

Jalan Tol Paspro Sesuai Target Baru Bisa Difungsikan Desember 2018  Pekerjaan proyek jalan tol Paspro sesi-1di STA 0-300 Wringinanom Pasuruan dan sesi-3 Leces Probolinggo. (siwi).

"Belum bisa difungsikan untuk momen mudik lebaran tahun ini"

Probolinggo, DinamikaBangsa - Harapan para pengguna jalan untuk menikmati ruas jalan tol Pasuruan -Probolinggo (Paspro) pada mudik lebaran tahun ini nampaknya harus ditunda. Sebab, progres (capaian pengerjaan) proyek nasional jalan Tol Paspro mulai dari sesi-1-2-3, di masing masing sesi progresnya tidak sama. Sehingga yang awalnya diperkirakan lebaran tahun ini jalan tol Paspro sudah bisa di fungsionalkan terjadi kemoloran.

Data capain progres yang dihimpun media ini dari masing masing kepala proyek pekerjaan jalan tol Paspro mulai dari sesi1-2, dan sesi-3, hingga saat ini, Kamis (26/4) secara rinci, untuk sesi-1 dari STA-0 Wringinanom Pasusuan sampai STA 25 Desa Klampok Tongas Kabupaten Probolinggo, sepanjang 15,4 Km, menurut Muhammad Ghasna selaku Kepala Proyek tol Paspro sesi-1, progres baru mencapai 87, 6 persen. 

Sedang progres untuk sesi-2  (Desa Klampok - Kedung Supit, sepanjang 12 km, menurut Didik Sapto selaku Kepala Proyek tol Paspro sesi-2, progres baru mencapai 77 persen. "Pekerjaan di sesi-2 ini ada 13 jembatan, 9 underpass dan box cover. 

"Ada 3 hal yang menjadi kendala penyebab kemoloran, yakni lahan, masjid, dan moratorium. Akibatnya proses pekerjaan molor hingga dua bulan. Namun alhamdulillah 3 hal tersebut sekarang sudah selesai, sehingga pekerjaan bisa berlangsung kembali", ungkap Didik Sapto.

Sementara progres yang dicapai sesi-3 (Desa Kedung Supit -  Leces) sepanjang 7 km, menurut Muhammad Gilang Ramadan, selaku kepala proyek jalan tol Paspro sesi-3 baru, progres baru mencapai 80 persen. Menurut Gilang, data proyek tol Paspro sesi-3, panjang sekitar 7 km, menroad 2 km, yaitu di STA.29 -31, dua bangunan overpass masing masing 5 km, satu underpass, dan dua jembatan panjang. "Satu jembatan panjang untuk masuk dan keluar jalan tol, satu jembatan panjang untuk akses Desa. Selain itu, pekerjaan sesi-3 juga melewati sutet sekitar 150 Kva yang harus digeser," terangnya.

Terkait progress pekerjaan proyek nasional jalan tol Paspro tersebut, Sutriman, selaku project manager pekerjaan proyek tol Paspro dari PT.Waskita Karya mengatakan, hingga sejauh ini progress pengerjaan jalan tol paspro di masing masing sesi tidak sama, masih sekitar 70 - 80 pesen. Saat ini untuk melakukan percepatan pengerjaan pihaknya masih terus melakukan pengerjaan stakter dan juga higway. “Untuk mengejar percepatan proyek tol ini kami masih lanjut untuk mengerjakan pengerjaan stakter dan juga higway,” ujarnya saat ditemui media ini disela mengecek pengerjaan tol paspro.

Dia menambahkan, dikarenakan masih ada pekerjaan yang belum terselesaikan, untuk momen mudik lebaran tahun ini, ruas jalan to Paspro masih belum bisa di fungsikan.  “Kemarin kami sudah melakukan traking dan juga kordinasi, dengan melihat kondisi yang ada jalan tol Paspro masih belum bisa di fungsikan untuk momen mudik lebaran tahun ini. Dari segi keselamatan masih belum memadai. Sehingga dapat berakibat pada pengguna jalan.” jelasnya.

Lebih lanjut Sutriman mengatakan, pihaknya juga telah disepakati dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta juga Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) bahwa, untuk fungsional lebaran, tol paspro masih belum bisa difungsikan.  Menurut, Sutriman, kalau dari PT. Waskita untuk percepatan pengerjaan proyek tol paspro sekitar bulan Oktober. Namun kalau sesuai dengan kontrak targetnya selesai desember 2018. Pihaknya yakin, dengan masih tersedianya waktu yang ada proyek tersebut akan selesai sesuai target. "Sisa pengerjaan yang ada saat ini hanya tinggal penyelesaian saja. sehingga akhir tahun nanti ruas tol ini dipastikan sudah bisa di operasionalkan", terang Sutriman.

Sutriman menjelaskan, proyek tol Paspro sekarang tinggal finising-finising saja, sehingga akhir tahun 2018 nanti sudah bisa dioperasionalkan.  Untuk kendala menurut kami, sudah tidak ada. Sekarang ini tinggal mengelesaikan sisa pekerjaan yang ada.  "Kendala yang menghambat pengerjaan tak lain adalah moratorium. Sehingga, untuk pengerjaan elevated tol paspro sedikit mundur, tetapi saat ini sudah bisa adiatasi,” tandasnya.

Ditempat terpisah, Agus Minarno selaku PPK Kementerian PUPR, dikonfirmasi terjadinya kemoloran pengerjaan proyek nasional jalan tol Paspro, dia menjelaskan, hampir semua ruas jalan tol di Indonesia molor karena moratorium. "Di Jawa Timur saja baru Paspro. Yang Porong - Gempol dan sebagian lagi masih belum.

Sehingga pengerjaan molor sekitar dua bulan. Disamping itu juga karena adanya insiden. Terus terang saja kita tidak memungkiri hal itu, ungkapnya. Oleh karena itu, kata Agus Minarno, untuk jadwal peresmian perlu di klarifikasi. Otomatis jadwal peresmiannya molor. Kalau jadwal terbaru dari Setneg, bulan Oktober-2018. Kalau lebaran tahun ini kita paksakan fungsionalnya juga tidak mungkin, karena harus disempurnakan dulu, tuturnya singkat. (siwi).