Hari Ibu Momentum Perjuangan Kaum Perempuan Indonesia  

Hari Ibu Momentum Perjuangan Kaum Perempuan Indonesia   Ibu Nina Soekarwo didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyayikan Lagu, di Acara Peringantan Hari Ibu ke 90

Surabaya, DinamikaBangsa

 

Hari Ibu yang dirayakan setiap tanggal 22 Desember di Indonesia menjadi momentum perjuangan kaum perempuan dalam ikut berjuang bersama kaum laki-laki sejak zaman penjajahan. Untuk itu, peringatan ini berbeda dengan perayaan Mothers Day di dunia internasional yang sifatnya lebih domestik.

 

"Luar biasanya kaum perempuan di Indonesia, mulai dari Cut Nyak Dien menggantikan suaminya yang meninggal di medan perang untuk memimpin perang di Aceh. Termasuk Nyi Ageng Serang berani melawan Belanda, serta masih banyak pahlawan wanita lainnya. Kalau Mothers Day itu ranahnya domestik, peringatan Hari Ibu adalah wujud nyata perjuangan kaum perempuan Indonesia," kata Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat menghadiri Peringatan Hari Ibu ke-90 Tahun 2018, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), dan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (29/12).

 

Menurutnya, perjuangan seorang ibu tak hanya saat melawan penjajah, tapi juga dalam kehidupan seorang anak. Mereka berani berbohong demi kebaikan dan manfaat besar bagi anaknya, seperti mengalah dalam hal makanan agar anaknya bisa makan.

 

"Untuk itu yang orang tuanya masih ada terutama ibunya yang masih hidup tolong sempatkan pulang, menyapa, dan menengok. Paling tidak tanya kabarnya melalui telepon. Setelah ini saya juga akan nyekar ke makam orang tua saya," kata Pakde Karwo sapaan lekatnya.

 

Ia menambahkan, dalam pengambilan kebijakan pembangunan selama ini, Pemprov Jatim selalu melibatkan kaum perempuan. Seperti saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) setiap tahun, berbagai organisasi wanita dilibatkan untuk menyampaikan saran dan masukannya, sehingga setiap program yang dijalankan di Pemprov Jatim selalu responsif gender.

 

Tidak hanya itu, Pemprov Jatim juga terus memberdayakan kaum perempuan dalam bidang ekonomi. Diantaranya dengan menggerakkan koperasi wanita, serta sebagian besar pelaku UMKM di Jatim adalah kaum perempuan. Sebagai hasilnya, untuk kesebelas kalinya tahun ini Provinsi Jatim meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dan sudah dalam kategori mentor atau tertinggi.

 

Terkait perayaan HKSN, menurutnya hal ini tidak bisa dipisahkan dari peringatan Hari Ibu. Alasannya, HKSN menjadi momentum kebersamaan perempuan dan laki-laki bahu-membahu mempertahankan kedaulatan Indonesia.

 

"Sedangkan peringatan HDI ini mari kita jadikan momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap disabilitas. Saya yakin banyak bangunan di Jatim yang sudah memfasilitasi kaum difabel. Tinggal kita akan mengajak para pengusaha untuk ikut meningkatkan kepedulian itu," katanya.

Perwujudan Kesamaan Peran dan Kedudukan

 

Sementara itu, istri Gubernur Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si mengatakan peringatan Hari Ibu ini menunjukkan perjuangan kaum perempuan Indonesia dalam menempuh proses panjang untuk mewujudkan persamaan peran dan kedudukan dengan kaum laki laki, baik di lingkup masyarakat, bangsa dan negara.

 

Menurutnya, tema peringatan Hari Ibu tahun ini yakni Bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa, mengandung makna betapa pentingnya peran perempuan dalam segala aspek dalam pembangunan nasional berkelanjutan dan berkeadilan.

 

"Kita mendapat Anugerah Parahita Ekapraya sebetulnya yang kesebelas dan menjadi kategori mentor yang tertinggi. Saya kira peran dan kontribusi kaum perempuan di Jatim sangat luar biasa. Termasuk di Jatim sudah sangat responsif gender, karena dalam menentukan kebijakan, Pemprov Jatim selalu melibatkan kaum perempuan, termasuk pemberdayaannya," kata Bude Karwo sapaan lekatnya.

 

Ketika membayangkan sosok ibu, lanjutnya, yang terbayang adalah orang yang sangat sabar dan penuh kasih sayang. Sebesar apapun kesalahan kita, kasih sayang dan cinta ibu setulus hati tidak akan pernah berkurang dan habis.

 

"Ibu mencintai kita sebelum kita hadir di dunia. Beruntung yang masih memiliki ibu. Bagi yang masih memiliki orangtua bersyukur dan rawatlah dengan baik. Ingatlah kesuksesan kita bukan karena kehebatan kta, tapi juga perjuangan dan doa khususnya ibu kita," kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim ini.

 

Untuk itu, dalam kesempatan ini Bude Karwo menyampaikan terima kasih dan penghargaan bagi ibu-ibu dan kaum perempuan di Jatim yang sudah berkontribusi dan berperan dalam ikut mendukung majunya pembangunan dan menurunkan angka kemiskinan.

 

Termasuk perannya dalam meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan gizi yang diberikan pada anak-anak.@ Selain peringatan Hari ibu, lanjutnya, peringatan Hari Disabilitas Internasional kali ini merupakan pengakuan dan eksistensi dan komitemen seluruh bangsa dalam membangun kemandirian, kesetaraan dan kesejahteraan penyandang disablitias. Serta, mendorong pemenuhan hak penyandang disabilitas melalui program inklusif dan ramah disabilitas.

 

"Ini menjadi bagian integral dalam mengamalkan nilai-nilai pancasila dan UUD 45. Kita terus berjuang agar hak teman-teman penyandang disabilitas terpenuhi serta bisa hidup setara menikmati hasil pembangunan," katanya.

 

Dalam acara ini Pakde Karwo didampingi Bude Karwo menyerahkan bantuan secara simbolis kepada penyandang disabilitas. Bantuan ini diantaranya berupa bahan pokok, kursi roda, dan alat bantu pendengaran/hearing aid. Turut hadir Pangdam V Brawijaya beserta istri, Kapolda Jatim beserta istri, unsur Forkopimda Jatim beserta istri, Sekdaprov Jatim beserta istri, serta Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim. (hms/dewi)