Dinilai Intoleran, Ketua PP Al Masyuriah Dukung Pemerintah Bubarkan FPI

Dinilai Intoleran, Ketua PP Al Masyuriah Dukung Pemerintah Bubarkan FPI Dinilai Intoleran, Ketua PP Al Masyuriah Dukung Pemerintah Bubarkan FPI

Dinamikabangsa.com - Polres Bangkalan, Organisasi yang dinilai tidak bisa menjunjung tinggi keberagaman, intoleran, dan tidak bisa menghargai makna Bhinneka Tunggal Ika rasanya sangat pantas jika harus dibubarkan. Hal ini diutarakan langsung oleh KH. Ahmad Husein yang merupakan Ketua PP Al Masyuriah di Kota Bangkalan.

Pria yang akrab disapa Kiai Husen ini menjelaskan secara gamblang alasan nya mendukung pemerintah membubarkan ormas islam bernama Front Pembela Islam (FPI). Ditemui secara khusus pada hari ini Sabtu (02/01/2021), Kiai Husen menjelaskan jika pihaknya mendukung aksi pemerintah yang sudah sewajarnya melindungi seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ketidaktoleransi yang kini mewarnai hiruk pikuk kehidupan Indonesia di tengah wabah pandemi yang masih merajalela. 

"Saya sangat mendukung tindakan pemerintah yang membubarkan ormas FPI karena memang tidak bisa bersikap toleransi dan menjunjung nilai nilai kebhinekaan yang sudah 75 tahun mewarnai perjalanan bangsa ini," urai sang kiai di teras rumahnya siang tadi.

Hal ini juga bentuk dukungan terhadap pemerintah, atas langkah tegas yang di ambil, dalam hal ini membubarkan organisasi, atau organisasi masyarakat, yang dapat mengganggu keamanan negara. "Ormas yang tidak bisa hidup berdampingan dalam negeri kita yang beragam memang sangat mengganggu kehidupan bermasyarakat. Kami mendukung 100% dan semua organisasi yang tidak bisa menjaga toleransi sudah sepatutnya untuk ikut dibubarkan.," tegas sang Kiai.

Pihaknya berharap dengan bubarnya organisasi yang mengatasnamakan agama namun tak bisa menghargai perbedaan yang ada, diharapkan mampu menjaga marwah NKRI dalam keberagaman. "Mari bersama kita menjaga NKRI ini, negara yang sama-sama kita cintai dengan segenap kemampuan yang kita miliki. Indonesia itu rumah kita semua, rumah seluruh warganya yang beragam dan berbhineka," tutup sang kiai dengan semangat dan optimisme tinggi. (red)