Diduga Melakukan Penipuan, Ikhsan Seno Dilaporkan ke Polisi

Diduga Melakukan Penipuan, Ikhsan Seno Dilaporkan ke Polisi Korban saat melaporkan kasus penipuan yang dilakukan Ikhsan Seno Prabu di Mapolres Bangkalan Madura.

Bangkalan, DinamikaBangsa

 

Salah satu korban penipuan, Lukmanul Hakim warga desa Banyuajuh kecamatan Kamal kabupaten Bangkalan resmi melaporkan Ikhsan Seno Prabu ke Polres Bangkalan, Madura dengan nomor Laporan LP/08/I/2019/JATIM/RES Bkl. Warga Kelurahan Jati Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur tersebut dilaporkan terkait kasus penipuan pemberangkatan ke kapal pesiar. Pelaporan itu dilakukan karena tidak adanya iktikad baik dari pelaku. Ditaksir kerugian pribadi Rp 17 juta dan ratusan juta karena ada korban lain yang belum melapor.

 

"Saya dan 8 orang lainnya sudah ditipu oleh si Ikhsan ini. Bulan Oktober 2018 lalu saya bayar biaya administrasi ke Ikhsan. Karena saya didesak terus. Katanya akan memberangkatkan tanggal 20 November. Tapi janjinya meleset terus. Tanggal 25 Desember positif memberangkatkan tapi juga tak terbukti," terang Lukman, Minggu (13/1/2019).

 

Sebelum melaporkan ke polisi, pihaknya telah berupaya untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun, tidak ada hasil karena Ikhsan tidak dapat ditemui sedangkan keluarganya sudah tak mau ikut campur. Untungnya, berkas dokumen asli yang diserahkan ke Ikhsan sudah dikembalikan.

 

"Awalnya, kita tidak laporan polisi karena berkas dokumen persyaratan ke kapal pesiar ditahan Ikhsan. Kita menunggu agar berkas itu terlebih dahulu dikembalikan. Berkas dokumen itu dijadikan jaminan oleh Ikhsan. Upaya persuasif telah dilakukan untuk mengembalikan dokumen yang ditahan. Akhirnya, bisa dikembalikan melalui jasa kurir," ungkapnya.

 

Dia menambahkan, tanggal 23 Desember dirinya mengaku berangkat ke Jakarta, karena akan diberangkatkan ke kapal pesiar. Namun, itu hanya janji belaka. Sesampainya di sana ternyata ditelantarkan. Dirinya baru sadar kalau Ikhsan hanya menipu. Sebab, sesampainya di Jakarta tak ditemui oleh pelaku. Justru saat ditelpon, Ikhsan malah menjauh dan tak mau mengangkat telpon.

 

"Terlebih dahulu, saya berupaya ingin mendapatkan berkas dokumen. Melalui kakak saya, Ikhsan didesak agar mengembalikan dokumen, sehingga dokumen itu kembali. Sekarang saya laporan polisi. Semuanya 9 orang yang ditipu," jelasnya.

 

Dia berharap tidak ada korban penipuan dari Ikhsan tersebut. Sebab, dia aktif di pergerakan mengatasnamakan Gus Dur. Namun, saat ini dia dipecat dari keanggotaan karena banyaknya laporan jelek tentang Ikhsan.

 

"Saya tahu Ikhsan aktif di pergerakan Gus Dur karena saya sempat diajak ke kantornya. Bahkan, dia terlihat akrab dengan pengurusnya. Namun, info terakhir, Ikhsan sudah dipecat dari keanggotaan," ungkapnya.

 

Sementara itu, Bagian SPKT Polres Bangkalan yang menerima laporan penipuan, Kanit A Bripka Ali Jakfar mengatakan, kalau laporan tersebut lebih mengarah pada penipuan. Pelaku dikenakan pasal 378 KUHP mengenai tindak pidana penipuan.

 

"Ancamannya maksimal penjara 4 tahun," jelasnya. (rid).