Begini Penjelasan Dari Kepolisian, Tentang Kabar Ada Jual Beli Jabatan Perangkat Desa Wates Kecamatan Sumbergempol

Begini Penjelasan Dari Kepolisian, Tentang Kabar Ada Jual Beli Jabatan Perangkat Desa Wates Kecamatan Sumbergempol kedua belah pihak di pertemukan di Mapolsek Sumbergempol

Tulungagung-Beredarnya kabar terkait adanya jual beli jabatan salah satu perangkat desa yakni jabatan kepala dusun membuat resah warga desa Wates kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Minggu (21/2/21)

 

Menanggapi beredarnya kabar tersebut Kapolsek Sumbergempol melalui Kasubbag Humas Polres Tulungagung IPTU Tri Sakti akhirnya angkat bicara.

 

Iptu Tri Sakti menegaskan tidak ada jual beli maupun suap dalam pengisian jabatan  Kepala Dusun di desa Wates kecamatan Sumbergempol.

 

Sesuai fakta yang sebenarnya kejadian berawal 09/02/2021 kemarin di desa Wates ada pelaksanaan penjaringan perangkat desa antara lain Kasun(Kepala Dusun) ,Kasi Pemerintahan ,Kaur perencanaan dan Kaur Kesra yang diikuti oleh 23 peserta. Dalam proses ujian tersebut pada posisi Kasun untuk nilai tertinggi diraih oleh Muhamad Ali Shodig ,Kasi Pemerintahan nilai tertinggi diraih Nalendra Ramona Purba,sedangkan Perangkat Kaur Perencanaan nilai tertinggi diraih oleh M. Najibur Niza dan Kaur Kesra nilai tertinggi diraih oleh Nasrul Fuad. Namun dari salah satu peserta yakni atas nama Muhamad Ali Shodig pada hari Sabtu (20/02/2021) mengundurkan diri menjadi Kasun terpilih dengan alasan ingin memilih menjadi PNS diwaktu yang akan datang.

 

Selanjutnya dari panitia menunjuk Rohmad Sahrul Muarif sebagai calon Kasun berdasarkan nilai dibawahnya.

 

“Kemudian dari keluarga Rohmad Sahrul Muarif ini memberikan tali asih berupa uang kepada Muhamad Ali Shodig sejumlah 100 juta. Dan selanjutnya pada hari Sabtu (20/02/2021) Muhamad Ali Shodig melaporkan kejadian tersebut karena ketakutan menerima uang yang dianggap sebagai uang suap dan kawatir akan menjadi kasus.

 

Dari laporan tersebut akhirnya kedua belah pihak di pertemukan di Mapolsek Sumbergempol dan didapatkan dari hasil mediasi antara kedua belah pihak sehingga sudah tidak ada permasalahan lagi.

 

“Dari hasil mediasi di Polsek Sumbergempol didapatkan kesepakatan bahwa kedua belah pihak menyatakan damai dan dikuatkan dengan surat pernyataan perdamaian bermaterai dengan disaksikan Pihak 1 Muhamad Ali Shodig mengembalikan uang 100.000.000 (seratus juta) kepada Rohmad Sahrul Muarif. Kedua belah pihak menerima keputusan siapa yang nantinya dilantik dikemudian hari,” tambahnya.

 

Dari hasil mediasi ini menurut dari kedua belah pihak tidak ada yang dipaksa oleh pihak manapun juga. Dan  bisa  dinyatakan sudah tidak ada permasalahan lagi diantara kedua belah pihak.

 

“Jadi dalam penanganan sebuah kasus konsep pendekatan restorative justice merupakan suatu pendekatan yang lebih menitik-beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri. Dalam artian permasalahan ini sudah dianggap selesai.