APMI, GMDM dan FOKAN Penyuluhan Narkoba Di Kecamatan Semampir

APMI, GMDM dan FOKAN Penyuluhan Narkoba Di Kecamatan Semampir Ketua Umum APMI Nur Hasan dan Umar Al Khatab Staf khusus DPP GMDM dan FOKAN foto bersama Karang Taruna Kel. Semampir Surabaya.

Surabaya, DinamikaBangsa

APMI (Aliansi Pemuda Madura Indonesia) bersama DPP GMDM (Gerakan Mencegah Daripada Mengobati) dan FOKAN (Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba) memberikan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) kepada puluhan Karang Taruna Kelurahan Semampir dan PGC Gowes club di Aula Kecamatan Semampir Surabaya, Kamis (18/7) malam.

Penyuluh bahaya narkoba tersebut tidak hanya memberikan materi mengenai jenis dan dampak penyalahgunaan narkoba namun juga memberikan Tips dan trik dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dikalangan anak muda yang notabenya adalah generasi penerus bangsa. Karena pengguna narkoba di Kecamatan Semampir sudah berada di zona merah terkait penyalahgunaan terhadap narkoba. 

Para remaja antusias mendengarkan penyuluhan oleh Umar Al Khatab Staf khusus DPP GMDM dan FOKAN yang menjelaskan tentang beragam jenis narkotika lama dan baru di seluruh dunia, penyebaran narkoba dan cara mempengaruhi orang lain untuk mengonsumsi narkoba, ciri-ciri pemakai narkoba berdasarkan jenis narkoba yang dikonsumsinya, sanksi hukum yang akan diterima baik oleh pemakai maupun penjual narkoba, serta risiko dan konsekuensi terburuk dari pemakaian narkoba.

Tidak hanya itu, dalam presentasi tersebut, remaja juga diingatkan agar jangan sampai menjadi korban. Karena meskipun tidak memakai narkoba, banyak remaja dimanfaatkan oleh pengedar atau oknum lain yang tidak bertanggung jawab, yang secara tidak langsung menjerumuskan remaja menjadi bagian dari sindikat narkoba. Remaja diajarkan cara dan teknik menghindar agar tidak menjadi korban.

Taufik ketua APMI Surabaya menuturkan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap generasi, karena penyalahgunaan narkoba di Wilayah Surabaya khususnya Kecamatan Semampir. Bisa dikatakan siaga 1 atau 75 persen generasi mengonsumsinya.

"Untuk itu terobosan penyuluhan bahaya seperti ini sangat perlu dilakukan, karena nasib generasi sebagai tonggak berdiri tegaknya negara berada di tangan mereka," katanya. (red)